Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

ASMUII mengecam diklat maut Mapala UNISI

ASMUII mengecam diklat maut Mapala UNISI

Jogja-KoPi| Aliansi Solidaritas Mahasiswa Universitas Islam Indonesia menyatakan sikap atas meninggalnya 3 mahasiswa Universitas Islam Indonesia, M. Fadli, Mahasiswa Teknik Elektro 2015, Syait Asyam, Mahasiswa Teknik Industrial 2015, dan Ilham Nurfadmi, Mahasiswa Hukum 2015, pada kegiatan The Great Camping oleh MAPALA UNISI, Rabu (25/1).

Aliansi Solidaritas Mahasiswa Universitas Islam (ASMUII) dalam pernyataan sikapnya menolak dan tidak membenarkan pendidikan dengan segala bentuk kekerasan maupun senioritas di seluruh lingkungan kampus.

Mendorong dan mengawal Dewan Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (DPM UII) untuk segera mungkin membentuk tim investigasi dan melakukan evaluasi terhadap seluruh kegiatan mahasiswa di lingkungan UII.

"Kami menuntut DPM untuk membentuk Tim investigasi, kami akan terus mendorong DPM hingga terbentuk Tim investigasi", jelas Ilham Prakas Karlesta, Humas ASMUII.

Selain itu, ASMUII juga meminta klarifikasi Mapala Unisi sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penyelenggara The Great Camping tanggal 13-20 Januari 2017.

Selain itu juga mengecam pemberitaan media tentang tragedi TGC yg tidak sesuai dengan Kode Etik jurnalistik dan tidak berpihak untuk kepentingan terbuka bagi korban, serta mendesak pihak berwajib untuk melakukan perlindungan terhadap semua saksi agar dapat memberikan keterangan sebenar-benarnya.

Dalam aksi yang disertai dengan kegiatan yasinan dan kirim doa kepada mahasiswa UII yang meninggalkan ini, ASMUII juga berkomitmen untuk terus mengawal kasus TGC yang menyebabkan 3 korban meninggalkan dan luka-luka hingga kasus tersebut terselesaikan dan tidak ada lagi kekerasan maupun senioritas dalam pendidikan di kampus UII.

"Kami berkomitmen untuk mengawal kasus ini. Apabila kegiatan kemahasiswaan lebih penting dari pada nyawa seseorang, saya rela tidak ada kegiatan kemahasiswaan di UII", jelas Ilham Prakas Karlesta.

back to top