Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Anies Baswedan ingin warga DKI belajar pada warga Sleman

Anies Baswedan ingin warga DKI belajar pada warga Sleman
Sleman-KoPi| Gubernur terpilih DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan ikut serta dalam panen raya padi dan ikan  Anies mengatakan ingin menjadikan kunjungannya sebagai bahan pembelajaran sebelum menjabat sebagai Gubernur .
 
Anies juga menjelaskan dirinya ingin belajar lebih dekat pada masyarakat petani Sleman. Ia menilai warga Sleman memiliki tingkat partisipasi pembangunan yang tinggi dalam mencari solusi dan menyelesaikan masalah di wilayahnya.
 
"Kami datang ingin  belajar lebih dekat tentang partisipasi masyarakat yang ditumbuhkan di Sleman. Adanya inisiatif warga dan masyarakat sipil yang saling membantu serta masukkan dari kalangan kampus ,memunculkan solusi dan terobosan hingga mampu mensejahterahkan warga Sleman,"ujarnya saat diwawancarai di Kwarasan,Sleman, Rabu (19/7).
 
Ia menginginkan Jakarta dapat meniru karakter warga Sleman yang mampu mencari solusi dari masalah. Ia mengimbuhkan pemerintah tentunya hadir mendukung dan memfasiltasi masyarakatnya untuk membantu mencari trobosan.
 
Anies  mengungkapkan masalah Jakarta saat ini bukanlah jumlah partisipasi masyarakat yang sedikit namun bentuk partisipasi masyarakat kurang terstruktur.
 
"Partisipasi masyarakat memang banyak namun partisipasi nya random dan tidak terstruktur,"katanya.
 
Selain melingkari pembelajaran partisipasi,Anies juga ingin menjalin kerja sama dengan Sleman khususnya dalam bidang penyaluran komiditi kebutuhan pokok dari Sleman ke Jakarta.
 
 
Ia menuturkan kebutuhan pokok di Jakarta terbilang cukup besar dan harus menutupi kebutuhan pokok warga hingga 10 juta penduduk.
 
Meski demikian kerja sama ini sepertinya belum bisa  terlaksana karena produksi Sleman saat ini belum menutupi kebutuhan pokok di wilayahnya.
 
"Tadi saya dengar dari Rekan -rekan Sleman ,Produksi Sleman saat ini belum menutupi kebutuhannya,karena banyaknya pemberian ke Mahasiswa dan ke provinsi . Sebetulnya ini menguntungkan produsen Sleman karena dekat namun kita berharap kedepannya agar distribusi bisa sampai ke luar dan tidak hanya tersentral di Sleman,"tuturnya.
 
Dalam kegiatan panen tersebut hadir pula Bupati Sleman Drs H. Sri Purnomo,dan Wakil ketua DPRD DIY Arif Noorhartanto.,ketua pimpinan muhammadiyah, serta petani binaan muhammadiyah.
 
Agenda Anies dilanjutkan dengan kunjungan ke Kali Winongo . Kunjungan ini akan menjadi bahan perencanaan Anies dalam mengatasi masalah sungai di Jakarta. Lalu dilanjutkan kunjungan dan pembelajaran mengelola kampung bercermin dari Desa wisata Kebonagung Bantul.
 
Tidak hanya kunjungan ,Anies juga menggelar syawalan pada lawatannya, sebelumnya ia sudah syawalan bersam gubernur semalam (18/7),hari dilanjutkan syawala kepada PP Muhamdiyah di siang hari, syawalan bersama warga DIY di Balai Pamungkas di malam hari setelah isya dan ditutup dengan MPM di Nitikan jam 9 malam sebelum  besok paginya bertolak ke Jakarta.| Syidiq Syaiful Ardli
 
back to top