Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Alumni AKABRI 1986 gelar reuni di AKMIL

Alumni AKABRI 1986 gelar reuni di AKMIL

Magelang-KoPi| Sebanyak 171 perwira angkatan darat, 34 perwira angkatan laut, 20 angkatan udara, dan 75 dari kepolisian lulusan Akabri angkatan 1986 (Adem ‘86) menggelar reuni di Akmil, Minggu (25/9).

Para perwira dari semua matra TNI dan Polri itu berkomitmen tetap menjaga kekompakan di antara mereka. Pangdam II/Sriwijaya yang mantan Wakil Gubernur Akmil, Mayjen TNI Sudirman, ketika ditemui mengatakan, acara itu sebagai ajang silaturahmi karena mereka telah berpisah selama 30 tahun untuk menjalani tugas masing-masing.

Pertemuan tersebut untuk bernostalgia lantaran sama-sama pernah dididik di Lembah Tidar Akmil Magelang dan sekarang menduduki posisi strategis di negeri ini. ''Melalui pertemuan ini kami ingin tetap menjaga soliditas bersama, kompak, bersatu antara TNI dan Polri. Kekompakan tetap dibangun, dijaga dan ditingkatkan,'' katanya.

Komandan Komando Pengembangan Pendidikan Angkatan Laut (Kobangdikal) Laksamana Muda TNI Tri Wahyudi yang mewakili matra angkatan laut menilai acara reuni Adem itu serasa kembali ke ibu kandung.

Sebab sebelum melakukan pengabdian selama 30 tahun diawali pembentukan karakter di Lembah Tidar Magelang. Bagi dia Lembah Tidar merupakan ibu kandung. ''Bagi kami masih ada sisa penugasan dan masih ada yang bisa ditempuh. Maka perlu tetap solid dalam menjaga NKRI,'' katanya.

Sementara itu Marskal Muda TNI Hadi Cahyanto dari matra AU menilai di balik acara reuni Adem itu ada dua nilai yang bisa diambil, yakni setelah mengabdi selama 30 tahun ada yang memiliki sisa masa tugas selama 4, 3, 2 atau 1 tahun. Mereka sudah mempersiapkan untuk memberikan tongkat estafet ke adik angkatannya.

Menurut dia, bukan mewariskan tetapi mengestafetkan nilai-nilai kejuangan. Untuk itu diperlukan soliditas di antara mereka dan saling mendukung. ''Siapapun yang akan diberi tugas akan didukung dan akan diberikan contoh ke adik angkatan. Ini contoh agen perubahan yang baik yang harus ditiru,'' katanya.

Direktur Polair, Brigjen Pol Chairul Noor Alamsyah, pun menyambut baik acara tersebut. Karena sama-sama pernah dididik di Akmil dan kini Taruna Akpol kembali mengawali masa pendidikan di Akmil. ''Sangat sulit dilupakan, kami punya kemampuan bersama, hati bersama, yang betul-betul mengikat. TNI Polri harus tetap solid,'' ujarnya.

Gubernur Akmil Mayjen TNI Hartomo sebagai pelaku reuni Adem sekaligus tuan rumah merasa bangga karena Akmil sebagai almamater masih menjadi kebanggaan bagi semua angkatan. Sebagai tuan rumah dia telah menyiapkan, membantu, dan memfasilitasi apa yang sudah direncakan oleh panitia. Kekompakan dari semua matra yang telah berpisah selama 30 tahun diharapkan menjadi motivasi bagi Taruna Akmil. ''Saya menjaga apa yang ada waktu capratar dulu sampai sekarang masih ada, tidak merubah suasana, karena warisan dari senior-senior,'' katanya.

back to top