Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Aliansi Buruh Yogyakarta gugat Sultan HB X dan menuntut kenaikan UMK

Aliansi Buruh Yogyakarta gugat Sultan HB X dan menuntut kenaikan UMK

Jogja-KoPi|Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY) menggugat Gubenur DIY atas diberlakukannya surat keputusan Gubernur no.235/KEP/2016 tentang Upah Minimum Kota (UMK) Daerah Istimewa Yogyakarta 2017 di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Yogyakarta, Kamis (19/1).

Gugatan ABY merupakan respon lanjutan terkait ditetapkannya SK Gubernur DIY tentang UMK DIY 2017. Sebelumnya ABY menggelar sebuah aksi budaya "tepe Pepe" di depan keraton akhir Oktober 2016 yang bertujuan untuk mendesak Sultan Hamengkubuwono mempertimbangkan survey KHL sebagai mekanisme penetapan upah buruh. Namun, hasilnya Gubernur menetapkan UMK/Kota 2017 dengan besaran kenaikan upah rata-rata 8,25%.

"Kita sendiri beberapa kali sebelum penentuan UMK sudah mengirim beberapa surat kepada gubernur, untuk mempertimbangkan usulan dari teman-teman serikat pekerja. Hingga terakhir kita tanggal 31 Desember mengadakan aksi tepe pepe di depan keraton agar Gubernur mempertimbangkan usulan dari provinsi dan kabupaten untuk kenaikan upah minimum yang hanya dipatok 8,25%," jelas Deenta Juliant bendahara ABY.

Deenta Juliant juga menjelaskan bahwa upah minimum provinsi (UMP) DIY sendiri merupakan yang terendah dibandingkan provinsi lain, dengan besaran Rp 1.337.645 perbulan. Di sisi lain harga kebutuhan pokok, sembako, bbm terus naik serta dicabutnya subsidi listrik. UMP DIY yang rendah dirasa tidak mencukupi kebutuhan pekerja saat ini.

 

"Kita melihat bahwasanya 1,5 Jt hari ini hanya cukup untuk makan saja, tapi tidak mencangkup hal-hal yang lain, karena itu kita melihat bahwasanya proses penentuan UMK, yang mengacu pada PP 78 sudah kita tolak jauh-jauh hari, hal itu dirasa tidak demokratis. Kami meminta agar UMP dinaikkan sesuai dengan kehidupan di DIY dengan kisaran gaji 2 juta perbulan”, ujar Deenta.

Dengan gabungan beberapa asosiasi dan lembaga pekerja, ABY mengagendakan pendaftaran gugatan tentang SK UMK 2017 di PTUN. Gugatan tersebut berisi tuntutan untuk mengabulkan gugatan para penggugat untuk seluruhnya, menyatakan batal atau tidak sahnya Surat keputusan Gubernur DIY nomor :235/KEP/2016 tentang penetapan upah Minimum kabupaten/kota, tertanggal 1 November 2016, memerintahkan kepada tergugat untuk mencabut surat keputusan gubernur DIY nomor :235/KEP/2016 tentang Penetapan UMK, tertanggal 1 November 2016, menghukum tergugat untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini.

ABY berharap dengan adanya gugatan ini upah pekerja dan buruh DIY sesuai dengan kebutuhan pekerja dan Buruh Yogyakarta.

“Kami berharap agar upah buruh DIY sesuai dengan kebutuhan pekerja dan buruh Yogyakarta. Yogyakarta akan istimewa jika buruhnya istimewa," Papar Deenta Juliant. |Frenda Yentin|Syidiq Syaiful Ardli|

back to top