Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Abang Becak: "Saya heran, kok bisa gitu ya Si Ibu"

Abang Becak: "Saya heran, kok bisa gitu ya Si Ibu"

Kota Banjar - KoPi | Wajah abang becak itu berkaca-kaca. "Saya heran, kok bisa gitu ya Si Ibu", kata abang becak kepada reporter KoPi. 

Saat itu, reporter KoPi akan menjalankan  tugas liputan perkembangan ekonomi kreatif dan wisata di Kota Banjar. Saat berjalan keluar dari Stasiun Banjar, reporter KoPi melihat seorang perempuan berkerudung putih sedang bergantian memeluk perempuan-perempuan pedagang kecil sekitar Stasiun Banjar.

 

Mata yang basah karena haru, dan penuh harap dari para pedagang kecil serta mang becak menatap perempuan kerudung putih berbaju biru itu. Beberapa saat perempuan berkerudung putih meninggalkan mereka. Repoter KoPi mendatangi para pedagang kecil dan mang becak.

"Saya heran, kok bisa gitu ya Si Ibu". Jawab abang becak, akrab disapa Mang Iyan, kepada KoPi. 

"Namanya Ibu Irma Bastaman. Tadi tiba-tiba beliau datang menengok kita. Beliau itu penyayang banget atuh. Saya dulu seharian tidak dapat penumpang. Waktu itu Ibu Irma masih kuliah ya. Lihat saya tiduran di becak, eh langsung tuh minta diantar pakai becak. Padahal saya tahu Ibu Irma ada kendaraan sendiri. Ibu mah baik banget orangnya. Maka saat tiba-tiba kesini tadi saya terharu." Lanjut Mang Becak bercerita.

Ibu penjual pecel punya cerita sendiri.

"Saya suka itu Ibu Irma....Irma Bastaman. Ibu mau dengarkan kita. Sabar sekali. Saya bahagia sekali ada tokoh Kota Banjar mau dengarin kita. Ibu mah penyayang. Selama ini mana ada yang peduli kesini? Kita malah dianggap seperti kotoran yang gangguin mata." 

Reporter KoPi melanjutkan perjalanan ke Kota Banjar, dan berencana melakukan wawancara khusus dengan Ibu Irma Bastaman yang sepertinya sangat dekat dengan masyarakat Kota Banjar. | YP

back to top