Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

40 museum DIY dan Nusantara pamerkan koleksi unggulan di JCM

40 museum DIY dan Nusantara pamerkan koleksi unggulan di JCM

Sleman-KoPi│ Pemerintah Daerah DIY, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI serta Asosiasi Musim Indonesia menyelenggerakan pameran museum 2017 yang diikuti 40 museum dari DIY dan wilayah nusantara lainnya selama lima hari, dari tanggal 17-21 Mei 2017 di atrium Jogja City Mall (JCM).

Pameran ini dibuka oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwana X yang juga dihadiri oleh Ketua Asosiasi Museum Indonesia.

Menurut Sri Sultan, museum memiliki peran edukasi. Museum sejak dulu biasa digunakan  cendikiawan sebagai tempat berkumpul untuk mengkaji ilmu pengetahuan. Namun, pada saat ini masyarakat kurang memiliki minat untuk mengunjungi museum.

“Kenyataan memperlihatkan hanya terdapat 2 persen pengunjung museum dari tingkat penduduk yang ada. Refitalisasi yang dilakukan belum mampu mendongkrak jumlah pengunjung museum”, ujar Sultan saat memberikan sambutan pada pembukaan pameran museum 2017, Rabu (17/5).

Sultan mengharapkan adanya gerakan nasional cinta museum dengan digelarnya salah satu pameran di mall ini.

“Acara ini sengaja dirancang dalam suasana joyfull learning yang atraktif dan menyenangkan karena digelar di pusat pembelanjaan. Saya mengapreasi penyelenggaraan pameran museum ini dan harapannya bisa mengembalikan museum sebagai ruang edukasi masyarakat yang dampaknya bisa semakin meluas”, jelas Sultan.

Sementara Ketua Penyelenggara Pameran Museum Nasional, Singgih Raharjo, mengatakan pameran yang bertema Museum Jogja untuk Indonesia ini sengaja dilakukan di mall karena gaya hidup masyarakat yang telah berubah.

“Pameran sengaja diselenggarakan di mall untuk mendekatkan masyarakat dengan museum, karena mall tidak hanya berorientasi pada jual beli namun juga rekreasi. Museum kita sosialisasikan sebagai tempat belajar dan rekreasi tidak hanya sebagai tempat menyimpan barang ”, tuturnya.

Pameran museum ini sendiri diikuti oleh 40 museum dari DIY dan beberapa wilayah nusantara yang memamerkan koleksi unggulannya.

“Kami berharap pameran nasional ini dapat digunakan sebagai ajang saling kenal koleksi unggulan dan transfer ilmu pengetahuan tentang museum”, pungkasnya.

back to top