Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

17 Program Penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta

17 Program Penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta

Jogja-KoPi| Balai Arkeologi Yogyakarta akan melaksanakan 17 program penelitian terhadap situs-situs yang berada di wilayah DIY, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Program yang akan dilaksanakan pada tahun 2016 kebanyakan merupakan kelanjutan dari program penelitan tahun 2015.

"Program yang akan dilakukan pada tahun 2016 merupakan program lanjutan dari penelitian tahun 2015 ditambah dengan 6 program penelitian baru," papar Peneliti Arkeologi, M. Chawari saat ditemui di kantornya, Jumat (8/11).

Program-program tersebut antara lain berada di Rembang tentang manusia purba, Pati tentang candi, Blora tentang Gua Kidang peninggalan prasejarah, Tegal, Temanggung (Liyangan), Banyuwangi tentang banker Jepang dan identifikasi masalah Islam Kolonial-Klasik, Madura tentang etnis Arab, Gresik tentang situs under water di pulau Bawean, Madiun tentang Ngurawan, Lumajang tentang Candi, Kediri tentang Candi Tondowongso, dan Kota Lama Semarang.

"Di antara program penelitian tersebut terdapat beberapa program yang merupakan program lanjutan dari program-program sebelumnya yang pernah berhenti karena tujuan penelitian sudah selesai, seperti di Candi Tondowongso,"jelas M. Chawiri.

Sedangkan, medan yang berat menjadi kendala tersendiri bagi para peneliti. Menurut M. Chawari, tempat-tempat penelitian situs peninggalan berada di wilayah-wilayah yang susah dijangkau seperti pesisir pantai dan atas gunung.

Selain itu, Balai Arkeologi Yogyakarta juga akan mencanangkan program Rumah Peradaban yang berda di tiga situs unggulan pada tahun 2016. |Frenda Yentin|Winda Efa Nur|

back to top