Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Para ilmuwan temukan 3 planet yang dapat ditempati

Para ilmuwan temukan 3 planet yang dapat ditempati

KoPi| Para ilmuwan dari University of Cambridge mengumumkan bahwa mereka telah menemukan tiga planet yang memiliki ukuran sama dengan bumi mengorbit pada sebuah bintang redup dan sejuk, sejauh 40 tahun cahaya dari Bumi yang dapat menjadi tempat terbaik untuk memulai kehidupan baru.

"Penemuan sistem planet di sekitar bintang kecil ini membuka jalan baru untuk penelitian," kata Profesor Didier Queloz dari Universitas Cambridge Cavendish Laboratory.

Para ilmuwan menggunakan teleskop di Observatorium Selatan Eropa (ESO) La Silla Observatory di Chile untuk melihat bintang yang dikenal sebagai Trappist-1, yang berada di konstelasi Aquarius.

Mereka menemukan bahwa bintang redup dan sejuk ini memudar sedikit secara berkala, menunjukkan bahwa beberapa objek transit, atau lewat antara bintang dan Bumi. Analisis rinci menunjukkan bahwa ada tiga planet dengan ukuran yang sama dengan Bumi.

Trappist-1 merupakan bintang kerdil ultra-cool, dan karena itu jauh lebih dingin dan lebih merah dari Matahari serta hampir tidak lebih besar dari Jupiter.

Bintang seperti ini sangat umum di Bima Sakti dan berumur sangat panjang, tapi ini merupakan penemuan planet pertama di Bima Sakti.

Meskipun hanya 40 tahun cahaya dari Bumi, bintang ini terlalu redup dan terlalu merah untuk dilihat dengan mata telanjang atau bahkan dengan teleskop amatir besar.

"Sebelum penemuan ini tidak jelas sama sekali apakah bintang kecil seperti itu bisa menjadi tuan rumah seukuran planet Bumi. Tidak ada yang serius mempelajarinya, tapi sekarang itu semua mungkin berubah," kata Profesor Queloz.

"Sistem di sekitar bintang-bintang kecil adalah satu-satunya tempat di mana kita dapat mendeteksi kehidupan di sebuah planet diluar tata surya seukuran Bumi dengan teknologi kita saat ini," kata Michael Gillon, dari University of Liege di Belgia, yang turut menulis sebuah makalah tentang penemuan baru dengan Profesor Queloz.

"Jadi jika kita ingin mencari kehidupan di tempat lain di alam semesta, ini adalah di mana kita harus mulai untuk melihat," tambahnya. |xinhuanet.com

back to top