Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Minyak Daun Cengkih Potensial untuk Obat Antikanker Serviks Uteri

Minyak Daun Cengkih Potensial untuk Obat Antikanker Serviks Uteri

Jogja-KoPi| Kanker serviks uteri adalah kanker primer pada serviks uteri atau leher rahim dengan tingkat kejadian dan angka kematian yang cukup tinggi, merupkan kankert keempat tersering yang menimpa wanita di dunia, setelah kanker panyudara, paru-paru dan kolon. Bahkan kanker serviks merupakan penyakit kanker peringkat kedua kedua yang sering menimpa parta wanita usia reproduktif.

Seperti diketahui, kanker serviks uteri disebabkan oleh infeksi jangka pangjang Human papillomavirus (HPV) terutama jenis high-risk HPV seperti HPV 16, HPV 18, HPV 31 dan HPV 33. Saat ini terapi utama kanker serviks masih menggunakan operasi dan radiasi, karena kanker serviks merupakan kanker ginekologik yang kurang sensistif terhadap kemoterapi.

Namun umumnya setelah menjalani terapi kanker memalui operasi dan radisasi ternayata 40% penderita kanker serviks maskiki memiliki sisa tumor, metastasis atau relaps sehigga perlu dicari terapio lain.

Belum maksimalnya terapi kanker serviks karena masih banyaknya efek samping serta harga obat yang mahal mendorong para peneliti untuk mencai obat kanker yang efektif dan selektif dengan target molekuler yang tepat. Salah satunya menggunakan senyawa aktif isoflavon dari minyak daun cengkih sebagai antikanker.

Mahasisa program doktor Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM Lelly Yuniarti melakukan riset mengenai mekanisme molekuler antikanker dan ko-kemoterapi senyawa dari minyak daun cenkih pada kultur serviks uteri. Senyawa pada minyak daun cengkih yang bernama 1,2-epoksi-3(3-(3,4-dimetoksifenil)-4H-1-benzopiron-4on) propana (EPI) ini memiliki aktivitas sitotoksik sedang terhadap kultur sel kanknker uteri.

“Setelah kita teliti, senyawa EPI dengan kombinasi doxorubicin (DOX) dapat diusulkan menjadi ke-kemoterapi yang poten untuk meningkatkan efektifitas dan mengurangi toksik,” kata Lelly dalam ujian terbuka promosi doktor di ruang auditorium FKKMK UGM, Jumat (31/8).

Meski baru sebataa penelitian dasar, ia menegaskan bahwa penelitian perlu dikembangkan lebih lanjut untuk dilakukan pengujian in vivo kombinasi senyawa EPI dan DOX serta EPI dan cisplatin (CIS) pada hewan coba untuk menilai efektiftas antikanker dan efek toksiknya. (Humas UGM/Gusti Grehenson)

back to top