Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Sulawesi Tengah-KoPi|  Personel gabungan Brimob Polri terus melakukan evakuasi di lokasi terdampak bencana alam gempa dan tsunami di Kota Palu dan Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10).

Dalam kesempatan yang sama, Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., juga nampak terjun langsung melakukan evakuasi di lokasi terdampak bencana alam. Selain membantu proses evakuasi, personel Brimob Polri juga melaksanakan pengamanan di beberapa daerah yang rawan terjadi tindak kejahatan.

Kapolri menyebut kondisi daerah Palu yang tertutup karena jalan daratnya, yang bisa dilalui dari Mamuju, Donggala, Poso, Toli-Toli, dan Parigi, saat ini longsor di beberapa jalur. Pengamanan juga diperlukan lantaran jalur udara yang menuju Palu belum bisa maksimal karena landasan yang ada di bandara hanya 2.000 meter yang bisa digunakan. Selain itu, jalur laut belum bisa dimanfaatkan karena area pelabuhan juga terdampak tsunami.

Kepolisian akan terus meningkatkan pengamanan, terutama karena ada peristiwa penjarahan di beberapa lokasi di Palu yang terdampak gempa dan tsunami. Dan dihiimbau kepada masyarakat tetap mentaati hukum yang berlaku.|TribrataNews

back to top