Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

gmbr/abcnews.go.com gmbr/abcnews.go.com

Jogja-KoPi| Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) selama bulan September, telah menerima 15 pengaduan terkait program kredit daring.

Seperti dipaparkan Koordinator Layanan dan Pengaduan LKY, Intan Nur Rahmawanti,  kredit online yang menyasar masyarakat kelas menengah ke bawah, harus disikapi dengan bijaksana. Program yang terpublis dan diunduh gratis lewat playstore, menjanjikan pinjaman keuangan secara mudah, dengan jumlah nominal Rp 500 ribu hingga Rp 5 Juta.

“Nasabah yang tertarik, memberikan data pribadi dan persetujuan secara elektronik untuk memenuhi segala syarakat dan kententuan. Meski mudah, rupanya tidak semua aplikasi aman,” ujarnya.

Dikatakan, terdata sekitar 300 perusahaan yang beroperasi, namun hanya sekitar 60 saja yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bahkan di antaranya, meminta data pribadi calon nasabah. “Data pribadi itu terancam disalahgunakan. Bahkan laporan yang masuk kepada kami, ketika nasabah telat membayar, debitor akan menagih dengan ancaman, juga melakukan teror. Jumlah penagihan pun bisa naik 100 persen dari nilai hutang," jelasnya.

Berdasar perhitungan, kredit online mematok bunganya yang sangat tinggi, bahkan mencapai 273,75 persen per Tahun. Karena itu, Intan menghimbau, agar masyarakat tidak tergoda melakukan peminjaman secara online (daring). Meski relatif mudah dan menggoda karena rata-rata tidak menerapkan agunan, masyarakat tidak konsumtif dalam memanfaatkan teknologi.

"Motif tawaran kredit kurang-lebih sama dengan bank plecit, namun karena dikemas dengan teknologi, maka menjadi lebih menarik. Namun konsepnya sama, bunya tinggi dan tidak memiliki perlindungan data,” ujarnya. [152]

back to top